Pages

Saturday, September 13, 2014

Kisah Nyataku

Kisah Nyataku

Hai,Perkenan aku untuk mengisahkan sebuah jalan kehidupan yang pernah aku lalui.Umur aku sekarang 14 tahun,namaku Muhammad.Zidan.Abdillah,tapi belakangan namaku berubah , karena pada waktu itu aku terlibat dalam masalah pencurian handphone orang lain , dan semenjak itulah keluargaku memanggilku dengan sebutan Bedil.Aku terlahir dari sebuah keluarga sederhana bapakku bekerja sebagai pegawai swasta ibuku bekerja sebagai ibu rumah tangga.Tetapi aku bangga dengan kedua orang tuaku,meskipun ibuku hanya seorang IRT dan bapakku hanya seorang pegawai swasta.Kami 4 bersaudara,3 laki-laki dan 1 perempuan.Abangku yang pertama sudah meninggal dunia akibat terkena penyakit Flu burung,abangku meninggal dunia pada tahun 2006 saat itu usiaku baru 6 tahun.Abangku yang kedua masih sekolah di SMAN 7 kelas tiga,dia anak yang pintar dan mudah bergaul dengan siapapun.Aku anak yang ke3 dari 4 bersaudara sekolah di SMPN 23 Bekasi kelas dua,aku anak yang susah diatur,beg*,suka bertengkar dan mudah dipengaruhi teman.Adikku yang paling bontot baru berusia 2 tahun,lahir tahun 2012 bulan desember.Dia anak yang pintar,Mudah mencerna omongan orang lain,pemarah,sangat manja jika ada bapakku.
Alhamdullilah aku terlahir disebuah keluarga yang sangat religious.Sehingga orang tua dan keluarga mendidik kami berempat dengan dasar agama.
Masa sekolah
Menginjak usia 7 tahun aku masuk sekolah dasar (SD) yang tak terlalu jauh dari rumahku.Aku murid yang paling rajin,tekun,pintar,sopan,baik,jujur pada kelas 1,2 dan 3.Semenjak aku kelas 4 aku berubah menjadi anak yang susah diatur,beg*,suka bertengkar,jail,keras kepala,suka tawuran, itu semua berubah karena sebuah pergaulan yang terlalu bebas.Aku murid yang paling ditakuti di sekolah dasar itu.Pernah menjabat sebagai jagoan di sekolah dasar itu sekaligus sebagai ketua genk.Semenjak itu aku disebut kepala suku oleh guruku.Semenjak aku kelas 5 aku diajarkan oleh guru yang paling ditakuti sekaligus lucu yaitu bu Abarua,guru yang sering main tangan kepada muridnya.Aku selalu bercanda di kelas sehingga aku terkena jitakan dan teguran dari guru itu.Jitakan dan cara dia bercakap dengan muridnya sangatlah lucu sehingga membuat semua murid di dalam kelasku selalu membuat dia marah,bahkan aku pernah memfoto guru itu yang sedang tidur di dalam kelas dan mengupload foto itu ke jejaring sosial.Kelas 6 aku diajarkan oleh guru yang lucu,baik,dan sedikit pemarah yang bernama Eko Agustin.Dia selalu membuat anak muridnya selalu tertawa,mengasihi uang kepada muridnya jika bisa menjawab pertanyaannya,dan selalu membuat muridnya keringat dingin,ketakutan jika dia sedang marah.Bahkan sempat guru itu marah kepada aku dan teman-temanku karena terlalu berisik dan selalu mengobrol saat dia mengajar,sehingga semua buku dilempar dan tidak pernah mengajar ke kelas.Sehingga dia membuat kartu berbicara 5 menit yaitu kartu yang akan membuat kita berbicara tentang pelajaran apapun di depan kelas selama 5 menit , yang dapat kartu itu hanya yang berisik di dalam kelas dan selalu mengobrol saat pelajaran.Aku selalu dapat perhatian lebih dari guru itu,padahal aku murid yang paling bandel di sekolah.Sampai aku ujian nasionalpun dia selalu memperhatikanku.Aku tidak bisa membanggakan guru itu yang sudah baik dan perhatian padaku,karena nilai ujian nasionalku yang sangat rendah yaitu 23,70.Setelah enam tahun lama aku sekolah,akhirnya tiba juga untuk meninggalkan sekolah,guru,dan teman-teman aku.Setelah lulus dari sekolah dasar aku melanjut ke tinkat yang lebih tinggi yaitu SMP.Kali ini sekolah yang sangat jauh dari rumahku.Aku di masukan sekolah ke SMPN 23 Bekasi,JatikramatIndah2.

Masa paling bandel disekolah
Pada kelas satu SMP aku termasuk salah seorang yang paling bandel disekolah,kerjaanku setiap hari bolos,jailin teman,tawuran,nongkrong2.Sampai pada waktu itu aku dipanggil 2 kali sama guru BP,karena masalah nongkrong-nongkrong sehingga aku mendapat SP (Surat panggilan).Aku murid yang paling jail di sekolah,tapi aku berusaha untuk merubah sikap tidak terpuji itu.Aku tidak mau merepotkan kedua orang tuaku , dari kecil sudah bikin susah sudah besar bikin susah.Sehingga aku berfikir untuk membuang sikap tidak terpuji itu satu-satu.Akhirnya sikap tidak buruk itu satu persatu hilang.
Jika ada yang salah itu semata-mata karena kebodohan aku semata, jika ada yang kurang itu semata-mata karena sifat manusia yang pelupa, aku hanya manusia biasa yang mencoba untuk menjadi lebih baik lagi.

Bukan yang mereka katakan tentangku yang penting, tapi yang kulakukan untuk membuatku lebih berbahagia dengan diriku sendiri 

Thursday, September 11, 2014

Ayam dan seekor burung merpati


                     Ayam dan seekor burung merpati

Suatu hari, seekor Ayam Betina hidup di sebuah hutan yang lebat. Setiap hari, Ayam selalu keluar untuk mencari makan untuk anak anaknya. Pagi Harinya, ketika Ayam Betina sedang mencari makan. Tiba tiba, dia melihat seekor Burung merpati terjebak di sebuah pohon yang tumbang. Sayapnya terjepit oleh pohon tumbang itu.
“Tolong… Tolong saya…” teriak burung merpati itu. Ayam bertina merasa iba dengan burung merpati itu. Ayam itu segera menolong burung merpati itu.
“Jangan Khawatir, aku akan membantumu,” kata Ayam itu. Ayam itu segera mendorong pohon tumbang itu dengan sekuat tenaga. Akhirnya, Ayam itu berhasil mendorong pohon itu. Burung merpati itu pun berhasil bebas.
“terima kasih, Ayam. sudah membantuku. tapi, aku tak bisa terbang, soalnya sayapku sedang patah. jadi aku belum bisa terbang sebelum sayapku sembuh” Kata burung merpati itu sedih. Ayam itu merasa iba. Ayam itu segera mengajak burung merpati untuk menginap ke rumahnya. Tentu saja, burung merpati itu merasa sangat senang. Ayam dan burung merpati segera kembali pulang.
Akhirnya, Burung merpati itu menginap di rumah Ayam. Dia sangat senang tinggal di rumah Ayam. Setiap Ayam itu pergi untuk mencari makanan, Burung merpati itu selalu menjaga Anak Ayam dengan baik. Burung merpati senang bisa merawat anak ayam. Suatu hari, Sayap burung merpati pun telah sembuh. Kini, burung merpati harus pulang ke rumahnya.
“Terima kasih, Ayam. sudah merawatku dengan baik,” ucap burung merpati berterima kasih.
“Sama sama. Nanti, kita bisa bertemu lagi,” jawab Ayam itu.
“Iya, aku berjanji kita akan selalu bertemu denganmu,” kata burung merpati.
Burung merpati pun segera terbang.
Sejak saat itu, Burung merpati dan Ayam pun mulai bersahabat. Setiap hari, mereka selalu bertemu dan mencari makan bersama sama.
Cerita Pengarang : Muhamad Zidan Abdillah

Wednesday, September 10, 2014

Namaku Bukan Item

                   

                          Namaku Bukan Item 


Namaku bukan item yah memang namaku bukanlah yang disebutkan di atas,tapi kebanyakan teman-teman SD-SMP selalu memanggilku dengan sebutan seperti itu,memang nama itu merupakan nama keramat yang selalu menghibur orang,tapi kadang juga menjadi nama keramat bagi perempuan yang aku pacari.Karena aku takut dia malu jika ada temanku yang memanggilku dengan sebutan Item .

Nama ini bermula saat aku duduk di kelas 4SD dimana saat itu aku terjebak mimpi buruk bagi semua siswa yang suka bertengkar .Waktu itu aku dan beberapa teman-temanku di panggil ke kantor,disana kami diberi peringatan dan sedikit makian.Maklumlah guru yang suka memanggil murid yang suka bertengkar adalah guru yang paling seram dan sadis kata-katanya yang mampu menyayati hati dan memanaskan telinga jika mendengarnya."Kalian ini mau jadi apa sih?! Masih kecil sudah suka sama yang namanya bertengkar?!. Mau jadi preman?! Kamu bertengkar dapat apa si?!" Katanya dengan tatapan pedas yang melotot melihat aku dan beberapa teman aku yang diam terpaku.Keringat dingin bercucuran di keningku hingga membasahi kerah bajuku.Lalu setelah dimarahi dan diberi peringatan,kami disuruh untuk tidak pernah bertengkar lagi di sekolah.

Keesekoan harinya aku bertengkar lagi dengan kakak kelasku.Kata bapak guru yang paling seram itu "Kenapa kamu bertengkar lagi item?! Kemarin bapak kan sudah menyuruh kamu untuk tidak bertengkar di dalam sekolah! Kenapa masih kamu langgar?! Sebagai gantinya kamu bapak jemur berdiri di depan tiang bendera sambil hormat!" Setelah selesai dijemur, aku disuruh untuk kedua kalinya sama bapak guru untuk tidak bertengkar lagi didalam sekolah.

Keesok harinya aku selalu diam dikelas dan tidak pernah keluar kelas.Aku dipanggil oleh bapak itu lagi,Sedikit takut dan sedikit keringat dingin."Ada apa pak?"kataku dengan sedikit ragu,Aku takut dia memarahi aku lagi."Makasih sudah turuti permintaan bapak,bapak senang sekali kamu tidak pernah bertengkar lagi"katanya sambil tersenyum,entah senyuman apa aku tak tahu.

Setelah selesai urusan di ruang kantor guru aku segera menuju kelasku,dari awal perjalanan aku sudah merasa berbeda karena tumben banyak orang yang memperhatikan aku,apakah karena aku tidak pernah bertengkar lagi atau karena sekedar memperhatikan,entahlah.Tapi aku selalu positif thinking aja menerimanya.

Sesampainya di depan kelas aku bertemu dengan temanku yang terkenal tangguh dan terkenal usil sama seperti aku,"Kamu di tanyakan apa Item sama bapak G?katanya sambil memasang muka ingin tahu."Tidak ditanyakan kok"kataku sambil tersenyum.Sesampai masuk kelas semua teman-temanku ingin mengetahui apa yang ditanyakan oleh bapak G.Tidak lama temanku ada yang mengetahui apa yang bapak G sampaikan kepada aku."Bapak G berterimakasih kepada Item karena Item tidak pernah bertengkar lagi"katanya sambil tertawa."Kamu tahu darimana?!"kataku yang penuh ekspresi kaget."Aku mendengar percakapan kamu dengan bapak G tem"katanya sambil menertawakan.
Semua kelas menertawakan ku karena orang yang suka bertengkar ternyata bisa berubah dan bisa dapat pujian dari seorang guru yang paling seram . Sejak panggilan Item  lah hidupku menjadi lebih berwarna.Karena ada saja cerita setiap harinya,

Cerita Karangan : Muhammad.Zidan.Abdillah
Facebook : Muhammad.Zidan.Abdillah

Tuesday, September 9, 2014

Kelinci yang suka Bersedekah

Kelinci yang suka bersedekah



Halo aku adalah seekor Kelinci hidupnya di hutan tropis di Pulau Jawa, tepatnya di daerah Kabupaten Bandung, di hutan tempat tinggalku belum ada sistem pemerintahan, dan mungkin tidak pernah ada. Manusia bilang kami memakai hukum rimba dan hukum alam, entah mengapa padahal kami tidak pernah menciptakan hukum itu. Di hutan ini aku hidup secara soliter, begitulah cara hidup Kelinci. Kecuali sewaktu aku balita, aku hidup dengan ibuku yang sekarang pergi mengembara mencari makan dan mencari suami baru.
Aku adalah makhluk yang suka makan Sayur-Sayuran bahkan tadi aku makan Wortel segar dari  kebun pak tani, sebenarnya aku sangat tertarik makan daging tapi kata ibuku dulu itu melawan hukum alam. Aneh memang padahal kami para hewan tidak dituntut untuk taat hukum. Ya sudahlah daripada dijauhi teman-teman, aku malah makin soliter.
Mungkin nanti aku akan membuat bingung para hewan, mungkin aku dikira omnivor padahal tidak demikian. Aku Kelinci yang mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi dan visioner, aku tidak suka mengikuti hal-hal yang umum. Ya aku pun ingin tampil beda hihihi. Kalau kelinci lain suka menipu aku suka berlaku jujur seperti Yudistira, salah satu personil pandawa yang paling tua. Karena aku yakin makhluk jujur disayang Tuhan dan rejeki tidak akan lari.
Ya aku sudah diberi jatah rejeki, bagaimana denganmu? Seperti pengalaman yang pernah kualami. Pengalaman yang sungguh terpuji itu terjadi sebulan yang lalu, itulah yang membuatku menjadi tampil beda. Pada saat itu hutan kami kian lama kian berkurang dan sampai sekarang masih terjadi penyusutan hutan. Kami para hewan kesulitan mencari makan untuk memenuhi nafsu kami. Spesies lain ada yang mengungsi ke hutan yang lebih dalam dan lebih lebat, ada pula yang masuk perkampungan Homo Sapiens atau bahasa umumnya manusia. Begitulah caraku bertahan hidup, ini bukan hanya sekedar untuk memenuhi urusan perut, tapi juga sebagai bentuk protes, jikalau saja ada advokat, mungkin sudah kami tuntut ke pengadilan. Sayangnya di hutan kami tidak ada yang sekolah, paling juga si Maung (macan), yang lulusan sekolah sirkus, sekarang sudah bekerja di Taman Safari Indonesia bersama pawangnya. Gajinya 10 Kg daging segar.
Seperti biasa, pada malam hari aku biasa beraksi mencuri wortel di kebun pak tani, tapi pada malam ke limabelas diriku melihat seekor kura-kura di dalam kurungan ayam. Tanyaku kepadanya “Apa yang kau lakukan sehingga kau dikurung wahai kura-kura?”.
“Aku kan sedang menunggu hari spesialku besok” jawabnya.
“Hari spesial apa?” tanyaku lagi.
“Besok pak tani akan memberiku makanan yang sangat lezat” katanya.
Aku ingat akan cerita para orangtua dulu bahwa dulu ada seekor kelinci yang ditipu kura-kura yang berada di dalam kurungan ayam untuk bertukar tempat. Mengingat akan hal itu, aku berniat meninggalkannya tapi kasihan kepadanya, dia pun sama sepertiku ingin mencari makan, karena dirinya lambat maka dengan mudah pak tani menangkapnya. Aku pun berniat membebaskannya. “Sepertinya kau baru tertangkap karena mencuri, sini kubuka kurunganmu!” kataku menawarinya.
Air mata kura-kura itu bercucuran ketika kutawarkan bantuan dia pun berterimakasih kepadaku, “Hu…hu… hi hi, terimakasih wahai kelinci, padahal aku mau menjebakmu supaya tidak disembelih besok”. Tiba-tiba pak tani keluar dari rumah sambil membawa golok, aku terkejut dan tentu saja aku juga kaget. Seketika itu aku pun pergi dan meninggalkan si kura-kura di rumah pak tani.
Pada saat aku lari terdengar perkataan dari mulut pak tani yang marah-marah membentak ” G*blog sia anj*ng!!! mun beunang dipencit sia ku aing (G*blok kamu anj*ng!!! kalau kamu kena disembelih sama saya) “. Entah mengapa dia memanggilku anjing padahal bukan dan jelas-jelas tadi aku berusaha mencuri wortel, dan sungguh malang pula nasib si kura-kura besoknya.
Di tengah-tengah pelarian itu aku berhenti sejenak untuk menghela nafas, di belakang rumah tetangganya pak tani, jaraknya kalau tidak salah 5 rumah. Pada saat itu terdengar suara yang menggugah rasa penasaranku, dari arah suara itu ada pancaran cahaya pula yang mengarah ke jendala. Aku intip ke dalam untuk melihat sumber suara dan cahaya itu. Oh ternyata ada seorang manusia yang sedang menonton televisi. Dia sedang menonton film dokumenter tentang Mahatma Gandhi salah seorang tokoh terkenal dari India. Di film itu disebutkan bahwa dia seorang pejuang yang tidak mengedepankan kekerasan dalam perjuangannya, aku merasa itu suatu perbuatan mulia. Tak lama kemudian orang itu memindahkan cenelnya, dan berganti menjadi film Robin Hood, dia dikisahkan sebagai pencuri yang suka bersedekah dari hasil curiannya.
Aku pun terinspirasi untuk membuat suatu gerakan pembaharuan dalam mendapatkan makanan. Setelah menonton dan kembali pulang ke hutan, aku menyusun sebuah rencana untuk mendapatkan makanan dengan cara meminta kepada manusia, aku berharap mereka tidak marah dengan kedatanganku yang cinta damai.
Pada hari besoknya pagi-pagi aku bergegas pergi ke desa dari hutan. Sesampainya disana, aku mulai mendatangi tempat pertama, disana ada kebun timun dan tomat. Ketika ku menginjakkan kaki disana, orang-orang di kebun itu memandangiku dengan pandangan tajam. Aku mengeluarkan suara yang kalau diterjemahkan ke bahasa manusia, aku meminta ijin untuk minta sedikit makanan. Mereka memandangku keheranan, agar tidak heran aku mendekati tanaman timun dan mendekatkan mulutku ke timun sambil mengeluarkan suaraku yang sama. Mereka seketika jadi marah dan melempariku dengan batu. Aku pun lari tunggang langgang, lalu aku pun mencari tempat lain atau kebun lain. Keadaannya masih sama, aku terusir dari sana. Walau begitu aku tidak langsung menyerah. Di tempat berikutnya aku menemukan sekelompok orang yang berbeda pakaiannya dengan petani kebanyakan, mereka menggunakan almamater, terdiri dari pria dan wanita. Mereka sedang belajar bertani agaknya namun tidak semua, karena ada dua orang dari mereka jaraknya agak jauh sedang mengadukan bibir mereka kemudian di tengah-tengah itu mereka melakukannya secara berguling-guling. Ah sudahlah, bangsa kami tidak mengenal itu. Ketika ku datang, mereka menatapku keheranan namun berkekspresi agak senang terutama yang wanita. Salah satu dari mereka berteriak “ada kelinci!! ada kelinci!! lucu banget”. Mereka pun menghampiriku dan mengerumuniku serta mengelusku, wow baru kali ini aku mendapat perlakuan teladan dari manusia.
Sesuai dengan rencanaku, tidak sedikit dari mereka yang memberiku makan, lezat sekali. Sebelum aku tidak bisa bergerak karena kekenyangan, aku berusaha mencari keranjang atau kresek, tidak jauh dari tempatku makan dan menghirup oksigen, aku melihat kantong kresek. Aku segera bergerak untuk mengambilnya, setelah mengambil kantong kresek, aku menghampiri manusia-manusia beralmamater tersebut. “Kayaknya dia mau minta makan buat persediaan deh”, kata salah seorang manusia berjenggot. Kemudian mereka pun memberikanku makanan, makanannya pun bermacam-macam ada sayur, ada buah bahkan ada makanan yang berbentuk kotak berwarna putih pinggirnya berwarna coklat entah apa warnanya. Tak hanya makanan, salah satu dari mereka ada memberiku minum tapi bukan air yang biasa aku minum, entah apa namanya, arinya berwarna merah tapi bukan darah lho, aku tahu ciri-ciri darah bagaimana.
Hari itu aku pulang ke hutan gembira sekali, kantong kresekku penuh makanan dan 1 jenis air dalam botol. Sesampainya di hutan aku membagikan makanan yang kubawa pada binatang-binatang. “Wah kau baik sekali, terimakasih kelinci”, kata seekor burung.
Selama sebulan aku melakukan itu, walaupun tidak tiap hari, Hanya satu yang belum kuberi pada mereka atau kukonsumsi sendiri, yaitu air merah dalam botol, botolnya warna hijau. Ya nanti sajalah, sepertinya harus diminum di waktu yang tepat. Begitulah keseharianku sekarang, aku suka bersedekah sesama hewan darat air dan udara. Sekian ceritaku.
Karena si kelinci terlalu baik terhadap hewan-hewan yang ada di hutan, mereka menjadi semakin malas mencari makan sendiri, banyak dari mereka hanya menunggu makanan yang dibawa si kelinci. Permintaan mereka semakin banyak dan membuat si Kelinci kewalahan. Dia semakin lelah bolak-balik ke hutan dan ke desa. Suatu hari sekitar jam satu siang dia sangat kelelahan setelah membawa makanan, dan dia jauh dari sungai yang mengalir. Si kelinci ingat akan air di dalam botol yang ia dapatkan dari mahasiswa, tak pikir panjang dia pun langsung meneguknya sampai habis. Tak lama setelah ia minum air itu, dia merasa pusing tujuh keliling, mungkin bila digambarkan ada burung terbang memutari kepalanya disertai bintang.
Dia jadi berhalusinasi, di dalam pikiran bawah sadarnya keadaan di sekitar dia menjadi sangat aneh. Dia merasa ada yang memanggil, dia pergi ke arah suara itu. Semakin dekat suaranya semakin keras, setelah sampai ternyata yang memanggil adalah orang yang memberikan minuman aneh kepada dia, orang itu sedang minum dengan minuman yang sama dengan yang diberikan kepada si kelinci dan ia pun mabuk. Ia pun tertawa setelah melihat kedatangan si kelinci, “Heh kesini ada minuman nih biar kuat”, tawar orang itu sambil sempoyongan. Si kelinci yang masih lelah segera mendekat. Begitu mendekat orang itu menjadi punya taring seperti harimau, matanya bersinar merah, suaranya pun jadi suara harimau. Si kelinci terkejut melihat itu, tapi ia masih ingin meneguk minuman itu. Ketika ia akan diberi minuman, orang itu malah meminumnya ternyata dia jahil juga. Seketika setelah ia minum kulitnya mengelupas, dan tulangnya kelihatan.
Tak lama kemudian dia pun menjadi tangkorak yang bersimbah darah. Si kelinci lari ketakutan tanpa arah yang jelas. Ketika dia mulai merasa aman, dia sampai di sebuah padang rumput yang luas yang dia tidak pernah lihat sebelumnya. Disana dia melihat banyak hewan yang belum pernah dia lihat juga keberadaannya di hutan tempat dia tinggal. Dia melihat kuda tapi belang bagaikan harimau. Melihat binatang yang sangat panjang lehernya. Dia bertanya kepada hewan berleher panjang itu, “Dimana ini?”. “Ini adalah savana, kau di benua Afrika”, jawabnya. Tiba-tiba segerombolan binatang berteriak “BAHAYA… BAHAYA… ada singa !!!”. Seketika itu pun mereka berlari, dia sangat terkejut melihat hewan yang sangat banyak berlari, dia pun ikut meyelamatkan diri bersama mereka. Tapi dia kalah cepat, dan akhirnya tertinggal, dia pun mencari tempat sembunyi dari kejaran kawanan singa. Dia melihat semak belukar, lalu masuk kesitu. Tetapi tak lama dia disana, tanaman itu pergi. Si kelinci merasa keheranan melihatnya, tak mau berlama-lama memikirkan itu dia pun masuk semak lagi, dan hal yang sama terjadi. Berulang kali ia melakukan itu akhirnya ia pasrah, para singa pun sudah mengepung.
Seekor singa jantan langsung membuka mulutnya lebar sekali, dan langsung menelan si kelinci. Ketika masuk ke dalam tubuh si singa, dia merasa seperti di dalam sebuah perosotan yang ada di waterboom, sekelilingnya berwarna merah dan memuncratkan darah. Ketika sampai di ujung perosotan itu, tibalah ia di sebuah taman bergaya jepang. Di atasnya ada sebuah cahaya, ternyata ada seekor monyet berbulu putih berekor 9 berwajah merah berambut seperti bob marley sambil duduk memainkan gitar di atas awan yang mengapung.
“Siapa kamu?” Tanya kelinci keheranan. “Hehehe… kau yang siapa wahai binatang aneh?” jawabnya santai. “Bukannya kamu yang paling aneh? ngaca dong!!!, balas si kelinci. “Hei, lihatlah dirimu kelinci tak semestinya kau berbuat begitu kepada kami” balas si monyet.
“Apa maksudmu?”
“Tidakkah kau sadar, akibat perbuatanmu itu hewan-hewan di hutan menjadi pemalas”
“Mengapa salah aku? aku tidak meminta mereka seperti itu”
“Hewan apakah engkau?”
“Hewan soliter”
“Kenapa engkau memberi makan kepada hewan lain yang bukan spesiesmu?”
“Aku kasihan, karena mereka susah mencari makan”
“Tahukah engkau, sesungguhnya engkau sudah keluar dari fitrahmu, kelinci yang benar adalah yang penyendiri dan suka menipu. Akibat perbuatanmu hewan-hewan lain juga sudah keluar dari fitrahnya. Sedekah memang trend di kalangan manusia, dan kau malah ikut-ikutan seperti mereka. Bagi mereka engkau memang binatang yang baik, tapi engkau juga binatang yang hilang jati dirinya, karena kelinci yang benar adalah seperti yang aku sebutkan tadi. Apakah harus kuulangi lagi? Kurasa tidak perlu karena sepertinya kau masih ingat. Hati-hati wahai kelinci, bila semua hewan berbuat sepertimu kehancuran alam semakin dekat.”
Seketika itu monyet itu menghilang dari pandangannya, si kelinci pun sadar akan perbuatannya dan sadar pula dari mabuknya. Tak lama setelah kejadian itu, dia pun kembali ke jatidirinya dan mengajak hewan lain menjadi dirinya sendiri.

Cerita Pengarang : Muhammad.Zidan.Abdillah
Facebook : Muhammad.Zidan.Abdillah

Harimau dengan Musang


                  Harimau dengan Musang



Suatu hari seekor Harimau berbaring tidur di hutan. Sebuah Musang kecil, berlarian di rumput dan tidak melihat dimana ia pergi, berlari di atas kepala Harimau dan ke bawah hidungnya.
Sang Harimau terbangun dengan raungan keras, dan ke bawah kakinya datang atas Musang sedikit. Binatang besar itu akan membuka rahangnya yang besar menelan makhluk kecil ketika “Maafkan aku, ya raja, aku mohon,” teriak Musang ketakutan. “Jika Anda hanya akan memaafkan aku kali ini, saya tidak akan pernah melupakan kebaikan Anda, saya bermaksud buruk dan aku tentu tidak ingin mengganggu Yang Mulia.. Jika Anda akan menyelamatkan nyawa saya, mungkin saya mungkin dapat Anda yang baik gilirannya juga. ”
Sang Harimau mulai tertawa, dan dia tertawa dan tertawa. “Bagaimana mungkin seekor makhluk kecil seperti kau pernah melakukan sesuatu untuk membantu saya Dan dia menggeleng dengan tawa?.
“Oh baik,” ia mengangkat bahu, memandangi Musang ketakutan, “kau tidak begitu banyak makan pula.” Dia mengambil kaki depannya dari tahanan kecil yang malang dan Musang cepat lari menjauh.
Beberapa waktu setelah ini, beberapa pemburu, mencoba menangkap hidup Harimau sehingga mereka bisa membawa dia kepada raja mereka, membuat jaring tali di hutan. Sang Harimau, yang berburu untuk makanan, jatuh ke dalam perangkap. Dia meraung dan meronta-ronta tentang berusaha membebaskan diri namun dengan setiap gerakan yang dibuatnya, tali ia mengikatnya ketat.
Sang Harimau bahagia takut ia tidak dapat melarikan diri, dan dia meraung menyedihkan. Suara gemuruh bergema melalui Hutan.Sang Musang kecil, hilir-mudik jauh, mendengar Harimau mengaum. “Itu mungkin ada sangat Harimau yang pernah membebaskan saya,” kata dia, mengingat janji-Nya. Dan ia berlari untuk melihat apakah ia bisa membantu.
Menemukan negara Harimau sedih di, Musang berkata kepadanya, “Berhenti, berhenti! Anda tidak harus mengaum. Jika Anda membuat kebisingan begitu banyak, para pemburu akan datang dan menangkap Anda. Aku akan membawa Anda keluar dari perangkap ini. ”
Dengan giginya yang tajam sedikit Musang menggerogoti tali sampai mereka bangkrut. Ketika Harimau telah melangkah keluar dari bersih dan bebas sekali lagi, si Musang berkata, “Sekarang, aku tidak benar?”
“Terima kasih, Musang yang baik,” kata sang Harimau lembut. “Kau membantu saya meskipun saya besar dan kau begitu kecil. Saya melihat bahwa kebaikan selalu sementara layak.”
Pesan Moral : Bahkan yang lebih kuat kadang-kadang membutuhkan persahabatan yang lemah.
Cerita Pengarang : Muhammad.Zidan.Abdillah
Facebook : Muhammad Zidan Abdillah

Monday, September 8, 2014

Fabel Musang dan Ayam

                                    

                                Fabel Musang dan Ayam


Pada suatu zaman, ada seekor Musang yang bersahabat dengan seekor Ayam. Si Musmus dan si Yamyan namanya. Namun persahabatan itu tidak berlangsung lama, karena kelakuan si Musmus yang suka semena-mena dengan binatang lain. Hingga, pada suatu petang si Musmus mengajak Yamyan untuk berjalan-jalan. Ketika hari sudah petang, si Musmus mulai merasa lapar. Kemudian ia menangkap si Yamyan dan mulai mencabuti bulunya. Yamyan memberontak dengan sekuat tenaga. “Lepaskan aku, mengapa kau ingin memakan sahabatmu?” teriak si Yamyan. Akhirnya Yamyam, dapat meloloskan diri.
Ia lari sekuat tenaga. Untunglah tidak jauh dari tempat itu adalah tempat kediaman si Kepiting. si Kepiting merupakan teman Yamyan dari dulu dan selalu baik padanya. Dengan tergopoh-gopoh ia masuk ke dalam lubang rumah si Kepiting. Di sana ia disambut dengan gembira. Lalu Yamyan menceritakan semua kejadian yang dialaminya, termasuk penghianatan si Musmus
Mendengar hal itu akhirnya si Kepiting tidak bisa menerima perlakuan si Musmus. Ia berkata, “Mari kita beri pelajaran si Musmus yang tidak tahu arti persahabatan itu.” Lalu ia menyusun siasat untuk memperdayai si Musmus. Mereka akhirnya bersepakat akan mengundang si Musmus untuk pergi berlayar ke pulau seberang yang penuh dengan daging dan buah-buahan. Tetapi perahu yang akan mereka pakai adalah perahu buatan sendiri dari tanah liat.
Kemudian si Yamyan mengundang si Musmus untuk berlayar ke pulau seberang. Dengan rakusnya si Monmon segera menyetujui ajakan itu karena ia berpikir akan mendapatkan banyak daging dan buah-buahan di pulau seberang. Beberapa hari berselang, mulailah perjalanan mereka. Ketika perahu sampai di tengah laut, Yamyan dan kepiting berpantun. Si Yamyan berkokok “Aku lubangi ho!!!” si Kepiting menjawab “Tunggu sampai dalam sekali!!”
Setiap kali berkata begitu maka si Yamyan mencotok-cotok perahu itu. Akhirnya perahu mereka itu pun bocor dan tenggelam. Si Kepiting dengan tangkasnya menyelam ke dasar laut, sedangkan Si Yamyan dengan mudahnya terbang ke darat. Tinggallah Si Musmus yang berteriak minta tolong karena tidak bisa berenang. Akhirnya ia pun tenggelam bersama perahu tersebut.
Cerita karangan : Muhammad.Zidan.Abdillah
Facebook : Muhammad Zidan Abdillah



Unsur-unsur intrinsiknya :
1. Tema                              : Teman yang tega terhadap sahabat sendiri.
2. Seting
a. Tempat                    : Pulau, laut.
b. Waktu                      : Petang, siang hari.
c.Suasana                   : Sedih, kecewa.
3.Alur                                 : Maju.
4.Penokohan
a.Protagonis                : Yamyan
b.Antagonis                 : Musmus
c.Tritagonis                 : Kepiting.
d.Figuran                     : -
5.Amanat                            : Bersabarlah menghadapi ujian dan Berdo’alah kepada Allah.
6.Sudut pandang                : Serba tau.
7.Gaya bahasa                   : Dialog.

Unsur-unsur ekstrinsiknya  : Bernilai Sosial dan pendidikan.