Pages

Monday, September 8, 2014

Fabel Musang dan Ayam

                                    

                                Fabel Musang dan Ayam


Pada suatu zaman, ada seekor Musang yang bersahabat dengan seekor Ayam. Si Musmus dan si Yamyan namanya. Namun persahabatan itu tidak berlangsung lama, karena kelakuan si Musmus yang suka semena-mena dengan binatang lain. Hingga, pada suatu petang si Musmus mengajak Yamyan untuk berjalan-jalan. Ketika hari sudah petang, si Musmus mulai merasa lapar. Kemudian ia menangkap si Yamyan dan mulai mencabuti bulunya. Yamyan memberontak dengan sekuat tenaga. “Lepaskan aku, mengapa kau ingin memakan sahabatmu?” teriak si Yamyan. Akhirnya Yamyam, dapat meloloskan diri.
Ia lari sekuat tenaga. Untunglah tidak jauh dari tempat itu adalah tempat kediaman si Kepiting. si Kepiting merupakan teman Yamyan dari dulu dan selalu baik padanya. Dengan tergopoh-gopoh ia masuk ke dalam lubang rumah si Kepiting. Di sana ia disambut dengan gembira. Lalu Yamyan menceritakan semua kejadian yang dialaminya, termasuk penghianatan si Musmus
Mendengar hal itu akhirnya si Kepiting tidak bisa menerima perlakuan si Musmus. Ia berkata, “Mari kita beri pelajaran si Musmus yang tidak tahu arti persahabatan itu.” Lalu ia menyusun siasat untuk memperdayai si Musmus. Mereka akhirnya bersepakat akan mengundang si Musmus untuk pergi berlayar ke pulau seberang yang penuh dengan daging dan buah-buahan. Tetapi perahu yang akan mereka pakai adalah perahu buatan sendiri dari tanah liat.
Kemudian si Yamyan mengundang si Musmus untuk berlayar ke pulau seberang. Dengan rakusnya si Monmon segera menyetujui ajakan itu karena ia berpikir akan mendapatkan banyak daging dan buah-buahan di pulau seberang. Beberapa hari berselang, mulailah perjalanan mereka. Ketika perahu sampai di tengah laut, Yamyan dan kepiting berpantun. Si Yamyan berkokok “Aku lubangi ho!!!” si Kepiting menjawab “Tunggu sampai dalam sekali!!”
Setiap kali berkata begitu maka si Yamyan mencotok-cotok perahu itu. Akhirnya perahu mereka itu pun bocor dan tenggelam. Si Kepiting dengan tangkasnya menyelam ke dasar laut, sedangkan Si Yamyan dengan mudahnya terbang ke darat. Tinggallah Si Musmus yang berteriak minta tolong karena tidak bisa berenang. Akhirnya ia pun tenggelam bersama perahu tersebut.
Cerita karangan : Muhammad.Zidan.Abdillah
Facebook : Muhammad Zidan Abdillah



Unsur-unsur intrinsiknya :
1. Tema                              : Teman yang tega terhadap sahabat sendiri.
2. Seting
a. Tempat                    : Pulau, laut.
b. Waktu                      : Petang, siang hari.
c.Suasana                   : Sedih, kecewa.
3.Alur                                 : Maju.
4.Penokohan
a.Protagonis                : Yamyan
b.Antagonis                 : Musmus
c.Tritagonis                 : Kepiting.
d.Figuran                     : -
5.Amanat                            : Bersabarlah menghadapi ujian dan Berdo’alah kepada Allah.
6.Sudut pandang                : Serba tau.
7.Gaya bahasa                   : Dialog.

Unsur-unsur ekstrinsiknya  : Bernilai Sosial dan pendidikan.

3 comments:

Anonymous said...

Kereeeeeen

Unknown said...

E m
Cara

Anonymous said...

Subsidi etnicth dans khalifa